Digitalisasi bisnis atau lebih sering di anggap sebagai Industry Revolution 4 ternyata melahirkan tantangan baru khususnya pada area cybersecurity. Tidak sedikit bisnis yang terkena dampak negatif sehingga mengalami loss baik tangible (financial) maupun intangible (brand and reputation). Kondisi ini tentunya membuat organisasi semakin menyadari bahwa digitalisasi tidak cukup di lakukan dengan memindahkan bentuk atau lokasi aset melainkan perlu di ikuti dengan penyesuaian arsitektur keamanan dan tentunya skill human resources yang di miliki. Lebih dari itu, perkembangan ancaman siber (cyber threat) yang gencar dan dinamis terlebih sejak tahun 2014 membuat semakin pentingnya bagi organisasi untuk menyiapkan perlindungan yang handal, adaptif, dan dinamis. Tentunya hal ini sudah kurang cocok dengan konsep perlindungan cybersecurity yang hanya mengandalkan signature-based protection. Meski banyaknya proses pertahanan terhadap threat di lakukan secara otomatis, dari beberapa survei ternyata peranan human resources sangat berpengaruh khususnya dalam kaitan analytic dan strategic. Sehingga salah satu faktor penunjang kualitas arsitektur cybersecurity adalah brainware. Bagi organisasi, untuk menemukan human resources yang tepat untuk mengisi kekosongan skill yang diperlukan juga bukan hal yang mudah.

CyberSecurity via Jalur: Sertifikasi atau Akademik

Tidak hanya perusahaan, para pencari kerja ataupun karyawan full-time yang ingin memperdalam keahlian di bidang CyberSecurity juga di pusingkan tahapan belajar yang efektif. Pertanyaannya kini tidak hanya pada sertifikasi apa yang akan di ambil, namun lebih jauh lagi kepada apakah akan mengambil pendidikan non-formal (vokasi atau sertifikasi) atau formal (kuliah S1 atau S2). Kedua jalur ini akan saya bahas secara proporsional dan berimbang sehingga dapat di lihat kecocokannya dengan situasi masing-masing pencari kerja.

Pendidikan CyberSecurity melalui jalur Sertifikasi

Sebelum kandidat mendapatkan lulus ujian yang menjadi syarat utama sertifikasi, umumnya di syaratkan untuk melalui program pendidikan baik online maupun offline. Durasi pendidikan bervariasi dari mulai beberapa minggu hingga satu tahun untuk mempelajari keseluruhan materi yang di wajibkan. Ada sertifikasi tertentu yang menambahkan syarat pengalaman praktek atau rekomendasi dari instruktur training dari sertifikasi yang di ambil.
Tidak seluruhnya perusahaan mewajibkan karyawan IT untuk memilik sertifikasi Cybersecurity, namun pastinya dapat dijadikan sebagai added-value bagi karyawan atau kandidat pelamar kerja yang memiliki sertifikasi yang relevan. Sertifikasi di jadikan milestone bagi para karyawan untuk meningkatkan value profesionalitasnya sehingga potensi promosi dan kenaikan gaji dapat lebih terbuka lebar. Setelah lulus ujian dan memperoleh sertifikasi, masih tetap di perlukan untuk memperoleh point Continuing Education Units (CEUs) sesuai ketentuan. Ini semua di harapkan dapat menjadikan
Tiga aspek pembanding:
  1. Waktu: Exam dapat di selesaikan dalam beberapa jam, sedangkan persiapannya membutuhkan waktu berbulan-bulan.
  2. Biaya: kisaran harga adalah IDR 2 juta hingga IDR 30 juta dengan biaya tahunan yang berkisar antara IDR 1,2 juta hingga IDR 2 juta.
  3. Manfaat bagi employer: mempermudah serta mempercepat proses seleksi kandidat karyawan dengan menghubungkan antara role dan kompetensi. HR dapat menilai relevansi pengembangan profesional bagi karyawan sehingga review atas potensi promosi pekerjaan bisa semakin mudah.

Pendidikan CyberSecurity melalui jalur Akademik

Di Indonesia sejak tahun 2014 beberapa universitas memulai membuka peminatan CyberSecurity yang biasanya menjadi bagian dalam fakultas Ilmu Komputer. Bagi yang belum membuka secara khusus peminatan ini, mereka umumnya memasukkan beberapa sertifikasi dalam kredit perkuliahan formal melalui kerja sama dengan lembaga sertifikasi. Melalui jalur kuliah formal, para pelajar di berikan materi tentang cybersecurity secara umum namun luas tanpa mengacu pada satu atau lebih sertifikasi non-formal. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cakupannya lebih luas mengenai cybersecurity dari berbagai sudut, termasuk compliance, framework, methodology, hingga arsitektur keamanan. Meskipun kebanyakan orang meragukan manfaat jalur kuliah formal karena di anggap memberikan pengetahuan kepada orang yang tidak berpengalaman; tapi pada kenyataannya mahasiswa merasakan manfaatnya ketika mereka melanjutkan mengambil jalur sertifikasi dengan keilmuan yang lebih spesifik.
Tiga aspek pembanding:
  1. Waktu: Masa perkuliahan berkisar antara 2 hingga 4 tahun.
  2. Biaya: kisaran harga dari IDR 60 juta hingga IDR 110 juta, di luar biaya buku dan publikasi.
  3. Manfaat bagi employer: Meski di Indonesia saat ini masih jarang perusahaan yang mensyaratkan spesifik pendidikan formal terkait CyberSecurity, namun peluang untuk meraih posisi CISO atau level management dalam perusahaan akan lebih besar.
Saat memutuskan apakah akan mengambil sertifikasi atau menempuh jalur pendidikan formal, hal di bawah ini dapat di jadikan acuan:
  1. Pengalaman: seberapa banyak pengalaman IT atau CyberSecurity khususnya yang anda miliki? Jika belum memiliki pengalaman, maka dengan mengambil jalur sertifikasi di harapkan dapat menambah pengetahuan secara umum untuk kemudian meneruskan dengan pendidikan formal yang lebih tinggi. Baik dengan mengikuti pelatihan bootcamp ataupun belajar sendiri sebelum mengikuti exam sertifikasi, keduanya dapat meningkatkan keterampilan dasar yang di butuhkan dalam CyberSecurity.
  2. Waktu: seberapa cepat anda perlu untuk memperoleh keterampilan dan credential CyberSecurity? Sertifikasi memang selalu menjadi rute tercepat, namun anda mungkin ingin menghabiskan waktu untuk belajar dan berlatih sebelum terjun langsung ke ujian sertifikasi. Anda mungkin juga perlu mengambil beberapa langkah mundur dan mulai dengan sertifikasi IT yang lebih umum sebelum mendapatkan sertifikasi CyberSecurity.
  3. Persyaratan Pekerjaan:  Apakah anda ingin memenuhi persyaratan pekerjaan, atau hanya ingin menambah pengetahuan?
  4. Biaya: Berapa banyak yang bisa Anda belanjakan? Jika anda membayar sendiri, sertifikasi akan menjadi pilihan yang paling murah.
Sertifikasi dan gelar akademik cybersecurity semuanya memiliki tempat di dunia pekerjaan. Mana opsi yang paling tepat untuk Anda akan tergantung pada banyak faktor. Mengidentifikasi pekerjaan yang di inginkan, memahami persyaratan pekerjaan tersebut, meneliti opsi apa yang anda miliki serta mempelajari langkah-langkah yang di perlukan untuk mendapatkan title tersebut akan sangat membantu anda membuat pilihan jalur yang tepat untuk anda.